Bagian XIV Akhir Dari Tragedi (ENDING)

Siang itu, saat aku bebas dari penjara. Aku menjadi pribadi baru, rasa takut ku pada keramaian perlahan menghilang. Mungkin masih, tapi aku yakin lama-lama akan hilang.

Aku terus mengarahkan langkah pincang ku kesebuah tempat.

Duduk disana sendirian ditengah hari yang begitu cerah. Sambil mengelus batu nisan ibu, air mata ku tak terasa menetes.

Ibu, ini aku Kasa. Sebenarnya bu, Orang yang telah membunuh ibu adalah Pranata.Dia yang sering aku ceritakan dulu, orang yang selalu jahat pada ku dan dia juga orang yang membuat kaki ku patah. Dulu aku diundang seorang gadis untuk datang kepesta ulang tahunnya tapi Pranta menghalangi ku, di membuang kado yang sudah aku siapkan lalu aku berusaha mengambilnya, tapi mereka mendorongku dan membuat kaki kiri ku patah, aku semakin buruk karena pincang, gadis itu jadi membenci ku karna aku tidak bisa datang. Aku jadi berhenti sekolah karna kaki ku, karna takut di benci gadis yang mengundang ku dan takut di sakiti Pranata bu. Dia Pranata, orang yang selalu ibu bela, bahkan ibu melarang ku membencinya dan sekarang dia telah menikah dengan Marisa bahkan mereka sekarang sudah punya anak yang cantik dan cerdas bu, namanya Lely. Ibu ingat Marisa? gadis yang dulu membela ku dari kenakalan Pranata dan teman-temannya.

Tapi ibu tak perlu khawatir bu, Aku tidak mendendem mereka. Persis seperti yang pernah ibu katakan. Dendam itu akan menciptakan dendam baru dan menghasilkan tragedi baru.

Tapi bu… aku dipenjara karena ingin terus melihat keluarga mereka bahagia.

Ibu… apakah aku sekarang jadi anak nakal, bu?

Ibu… apakau mendengar ku bu?

“aku mendengar semuanya,Kasa!” dari belakang aku mendengar suara yang ku kenal. Dia adalah Marisa, bersama Lely ,Uni dan Ekon.

“maaf kan aku Kasa, Maafkan suami ku, selama ini kau pasti sangat menderia” Marisa menangis kemudian memeluk ku. Lely juga ikut menggendong Uni dan Ekon.

The end

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *