Bagian XIII Hukum Adalah Hukum

Saat ini semua berada dirumah sakit, bahkan Uni dan Ekon. Tapi mereka hanya menunggu diluar, tidak dirawat karna luka mereka tidak parah artinya mereka tidak boleh berada didalam.

Lely dirawat dengan luka yang cukup serius, berita buruk lagi kemungkinan tangan Lely akan dipotong jika tangannya tidak berhenti membengkak dan menginfeksi bagian lagian.

Kasa dirawat dengan luka yang cukup serius juga, bahkan berita buruknya dia akan menghadapi sidang pengadilan setelah itu sehat. Untuk mendapatkan kepastian hukum dengan statusnya sekarang.

Marisa masih menjaga anaknya, berita dari dokter itu membuatnya sangat terpukul. Pranata masih mencoba menenangkan Marisa.

***

Seminggu kemudian dalang penculikan Lely yang sebenarnya ditangkap dibandara masih dikota itu.

Dibantu oleh teman-teman Kasa dari dunia maya membantu melacak keberadaan tersangka dan seorang teman yang dulunya orang yang ikut membully Kasa ,Dhani memberikan informasi tentang tersangka yang ternyata adalah sahabatnya sendiri.

Kasa duduk diatas kursi roda yang didorong oleh Dhani, temannya yang dulu membullynya, diikuti oleh Uni dan Ekon. Mereka berada diruang pengadilan.

Pelaku penculikan yang duduk sebagai tersangka yang sebenarnya dulu adalah salah satu dari lima orang sahabat Pranata yang ikut membully Kasa, sekaligus teman Dhani, orang yang melakukan pembakaran rumah Kasa sehingga menyebabkan kematian ibunya Kasa.

Kasus ini begitu rumit, ada tiga kasus berbeda dengan pelaku dan korban yang sama. Dan keputusan pengadilan sangat mengejutkan.

Pelaku penculikan bernama Edo dia adalah teman Dhani dan Pranata, Edo menuturkan alasan dia melakukan penculikan, berdasarkan dendam. Edo ditangkap bersama Dhani setelah melakukan pembakaran terhadap sebuah rumah yang menyebabkan seorang wanita tewas. Wanita itu ibunya Kasa. Dan Edo bersumpah bahwa otak dari itu semua adalah Pranata, tapi dia tidak bisa membuktikan. Edo tidak rela melihat Pranata hidup bebas sedangkan dirinya terkurung dibaling jeruji besi. Edo memutuskan kabur dan membalas dendam kepada Pranata.

Dhani menjalani masa tahanannya hingga selesai dan tidak dinyatakan bersalah.

Edo kabur sebelum masa tahanannya habis bersama beberapa napi. Ditambah lagi melakukan penculikan dengan kekerasan dan melukai anak dibawah umur.

Pranta dinyatakan bersalah karena terbukti ikut sebagai otak pembakaran.

Kasa terbukti tidak bersalah dalam kasus kebakaran karena ia justru sebagai korban, selanjutnya terbukti tidak bersalah dalam kasus penculikan Lely. Ditambah lagi kesaksian korban dan kesaksian wali korban. Tapi Kasa nyatakan bersalah karena telah melakukan tindakan memata-matai dan menyadap menggunakan alat komunikasi. Kasa mendapatkan hukuman berupa denda enam puluh enam juta rupiah ditambah kurungan tiga bulan. Tergolong ringan karena hanya bagian luar rumah dan tidak ada tuntutan tambahan dari korban.

***

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *