Bagian XII Misi Penyelamatan Lely (PART 2)

***

Pukul 17:15 sore, Pranata masih dalam perjalanan yang saat itu macet parah. Tiba-tiba dia mendapatkan kabar bahwa rumah yang berlokasi sesuai petunjuk penculik itu telah meledak. Pranata menangis, dia merubah arah mobilnya dan menuju rumahnya untuk Menyelamatkan Marisa.

Pukul 16:55 sore, Kasa berhasil menemukan lokasi rumah dimana Lely disembunyikan. Dia menggeledah rumah itu. Mencari setaip suduh rumah. Tapi tidak menemukan siapapun. Air mata Kasa mengalir, ia duduk dilantai rumah itu menyenderkan tubuh kepalanya. Sambil menyesali ketika dia tidak langsung menyelamatkan Lely waktu itu.

Pukul 17:00 sore, Saat menyesal dalamt tangisanya. Dia terkejut mendengarkan seperti suara jam berdetak. Ia bergegak mengikuti arah suara itu. Sampai dia tiba di depan sebuah kamar. Saat Kasa membukanya, dia tidak melihat siapapun dan dia yakin kamar ini sudah diperiksanya tadi.

Kemudian dia melihat dibawah sebuah tempat tidur. Dia sangat senang melihat Lely. Tapi sayangnya Lely malah takutan melihat wajah buruk rupa Kasa.

Pukul 17:07 sore, Kasa duduk dilantai berusaha membujuk Lely.

“tenanglah, aku tidak akan menyakitiku. Oh tapi… ini pertama kali kamu melihat ku, benar. Wajar saja kamu tidak sudah aku. Nama mu Lely kan? Aku teman ibu, tapi itu dulu. Sebelum dia membenci ku karena ayah mu. Tidak… maksud ku, aku tidak membenci ayah mu. Tapi…”

“Anak anjing! Apa itu teman mu paman?” Tanya gadis kecil itu saat melihat Uni menusul majikannya.

oh benar dia Uni, kau benar dia teman ku.” Jawab Kasa.

bolehkah aku memeluknya paman?” Gadis itu mulai keluar dari persembunyiannya lalu mendekap Uni, memeluknya. Tangan Lely terlihat dibalut perban asal-asalan dan mulai membengkak.

“Sebanarnya aku masih punya teman satu lagi. Dia adalah Ekon saat ini dia bertugas menemani ibu mu”

“anak kucing? Ibu?” anak itu kembali murung teringat ibunya.

apa kau tidak takut melihat wajah ku? Dan tangan mu terlihat membengkak! Dan jam yang terikat di tubuh mu itu sebenarnya berbahaya. Ah… tapi jika kamu mau bertemu ibu mu aku akan mengobati luka mu, melepaskan jam yang sangat berisik itu dan aku akan mengantar mu bertemu ibu mu, tapi jika tidak mau… aku tidak memaksa, aku akan menemani mu disini. Sampai jam itu berhenti berdetak” kata Kasa sambil memandangi Lely yang sibuk dengan Uni.

Pukul 17:30 sore, “kenapa kamu tidak takut melihat paman?” tanya Kasa sembari menyetir mobilnya.

“anak anjing ini sangat lucu, kenapa ibu tidak pernah mengizin ku memilihara mereka. Eh… maaf paman, kenapa aku harus takut?” jawab Lely yang masih sibuk dengan Uni dan duduk di kursi depan disamping Kasa “kakek juga punya wajah seperti paman, dia orang yang baik kata ibu. Tapi dia sudah meninggal, jadi aku belum bertemu dengannya” jawab Lely dengan polosnya.

Mereka terus mengobrol, Kasa terlihat lega dan senang. Lely sudah tidak merasa takut lagi dan terus sibuk dengan Uni.

Pukul 17:48 sore, Kasa dan Lely masih dalam berjalanan menuju rumah. Dan sudah sangat dekat.

Tiba-tiba dari belakang, mobil mereka ditabrak oleh seseorang. Kasa berusaha mengendalikan mobil mereka. Hingga berhenti di suatu tempat.

Lely dan Uni sedikit terbentur untung saja diselamatkan oleh sabuk pengaman. Kasa mengkhawatirkan Lely tapi dari samping tiba-tiba seseorang datang.

Padahal mereka sudah sangat dekat. Akibat benturan itu Ekon merasakan Uni dalam bahaya. Ia berlari keluar rumah, Marisa mengikuti anak kucing itu. Tapi justru ia melihat anaknya yang juga mengejar seorang anak anjing.

Marisa langsung memeluk erat putrinya, Uni dan Ekon bertemu saling mengigit sedangkan tuannya. Di pukuli oleh Pranata.

Pranata membuka paksa mobil, menarik Kasa keluar dan menghajar Kasa habis-habisan. Kasa tersungkur, kembali ditarik oleh Pranata dan kembali dihajar.

Uni dan Ekon mencoba membela tuannya,tapi mereka ditendang oleh Pranata Uni terlihat mencoba berdiri, Ekon langsung bangkit melompat menggigit kain pada tubuh Pranata. Lely berusaha menyelamatkan Ekon. Tapi malah terkena tendangan Pranata yang tengah membabi buta.

Marisa marah dan terus meminta Pranata untuk tenang. Sampai akhirnya polisi datang. Melerai amukan Pranata dan meringkus Kasa.

***

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *